Cari Blog Ini

Selasa, 03 Januari 2012

Jalan-Jalan ke Gunung Bromo

Trip to Bromo East Java Indonesia, very excited!
http://www.youtube.com/watch?v=C3V1jzG7I5Q
or
http://www.dailymotion.com/video/xohpf4_bromo-caldera-muchlasindo-family_travel

SEDIKIT berbagi pengalaman saya saat jalan-jalan ke gunung Bromo Jawa timur. Untuk akses menuju Bromo bisa ditempuh dari tiga jalur yaitu dari Malang, Probolinggi atau Pasuruan.

Saya sekeluarga berangkat melalui jalur Pasuruan menggunakan minibus KIA Travelo. Dari Pasuruan perjalan ditempuh kurang dari 2 jam, lebih kurang 10 KM dari kawasan wisata Gunung Bromo sudah banyak terlihat Penginapan dan Hotel yang bisa dimanfaatkan termasuk jasa sewa Jeep Hardtop yang banyak ditawarkan oleh penduduk sekitar.

Perlu dipertimbangkan jika membawa kendaraan sendiri kondisi dan kelayakan mobil untuk daerah sekitar Bromo radius 6 KM tanjakan sangat curam. Jika ragu jangan paksakan diri lebih baik diparkir dan beralih pake mobil Hardtop (sewa) yang kapasitas 6 penumpang. Banyak juga para wisatawan mengendarai motor hingga ke kawasan Wisata Bromo dan turun ke Caldera Bromo.

Mobil yang saya gunakan KIA Travelo cukup memadai untuk naik hingga pintu masuk dan parkir di area Wisata Gunung Bromo. Untuk melanjutkan ke Caldera dan Kawah Bromo di haruskan pake mobil Hardtop demi keselamatan dan kelangsungan ekonomi warga sekitar. Untuk tarifnya, sebenarnya ada tarif resmi yang dipajang di pos masuk wisata Gunung Bromo tapi angka tarifnya "sengaja ditutup" (aneh memang). Jangan kaget jika dari tarif tersebut akan di-mark-up.

Satu mobil saya dihitung 7 orang dewasa (anak-anak tidak dihitung/tanpa ada karcis) petugas meminta Rp.50.000,-  Baru saya sadari telah dimark-up setalah saya masuk dan mengecek tiket yang saya pegang, untuk tarif masuk Rp. 3.500,-/orang, Parkir Mobil Rp..2.000,- dan retribusi lain Rp. 2.000,-.

Sama halnya untuk harga sewa mobil Hardtop, karna tarifnya yang tertera ditutup maka para broker yang berkeliaran menawarkan jasa. Untuk menuju kawah Bromo harga sewa dipatok Rp. 250.000,- jika dilanjutkan ke kawasan lain seperti Pasir berbisik dan padang Savanna maka harus menambah Rp. 250.000,-. Saya putuskan satu tujuan yaitu menuju ke Kawah Bromo, maka saat itu pula saya harus bayar Rp. 500.000,- untuk 2 mobil hardtop PP.

Setelah turun dari kawah/kembali ke mobil, sopir hardtop menawarkan tujuan lain yaitu ke Pasir berbisik dan Padang Savanna dengan tariff Rp. 125.000,-/mobil. Tawar menawarpun dilakukan saat itu juga, akhirnya deal Rp. 100.000,- per mobil dengan 2 tujuan Pasir Berbisik dan Padang Savanna. Sampai di Padang Savanna saya tidak bisa melanjutkan lagi jalan-jalan keliling ke tempat yang lain karna hujan turun.

Sedikit Tips jika anda akan jalan-jalan ke Gunung Bromo:
1. Sedia Jaket tebal + penutup kepala (boleh juga sarung) karna udara sangat dingin.
2. Siapkan Jas Hujan masing-masing orang. Jika hujan tiba-tiba tempat berteduh sangat berjauhan.
3. Pake sepatu yang disesuaikan dengan kondisi tanah berpasir.
4. Anak dibawah umur 5 tahun sebaiknya tidak ikut naik ke kawah bromo demi keselamatan.
5. Waspada, jika kedinginan biasanya mengalami kram kaki.
6. Tidak perlu membawa perbekalan yang berlebihan yang akan memberatkan, disekitar kawah banyak yang berjualan makanan dan minuman hangat yang bisa dipesan dan tidak terlalu mahal (missal: Teh hangat Rp. 2.000,-/gelas – POP Mie Rp.8.000,-/Cup)

Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya, jika ada kekurangan silakan menambahkan.


http://www.youtube.com/watch?v=C3V1jzG7I5Q



PAKIS, MALANGRAYA.info – Akses jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo (2392 mdpl) yang beberapa waktu lalu putus akibat badan jalan rusak, saat ini kembali normal dan bisa dilalui.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sutrisno di Malang, Jumat mengakui, akses menuju Bromo yang sebelumnya rusak adalah di ruas jalan antara Dingklik dan Laut Pasir, atau tepatnya di kawasan Pakis Bincil, Wonokitri, Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang tanahnya rusak akibat gerus hujan.

“Saat ini, kawasan yang sebelumnya rusak dan putus itu sudah tembus dan bisa dilalui dengan baik, karena kawasan itu menjadi perhatian serius bagi kami dan Pemerintah Kabupaten, Pasuruan,” ucapnya.

Meski demikan, Sutrisno mengharapkan bagi para wisatawan yang akan melalui kawasan itu tetap bisa berhati-hati.

Sutrisno menyebutkan kawasan Pakis Bincil, yakni antara Dingklik dan Laut Pasir adalah kawasan zona tradisional, sehingga pembangunan jalan belum bisa dilakukan secara permanen.

“Akibatnya, para wisatawan yang melalui kawasan itu harus tetap berhati-hati, hal ini sebagai antisipasi apabila hujan mengguyur kawasan itu,” paparnya.







1 komentar:

  1. monggo yang butuh sewa kendaraan Jeep lewat malang mampir di http://hardtoptumpang.blogspot.com/

    BalasHapus